Komunikasi
>> Saturday, March 30, 2013
Pengertian Komunikasi
Menurut Onong Uchjana Effendy komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu, mengubah
sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara lisan (langsung) ataupun tidak
langsung (melalui media). Contoh:
Komunikasi antara guru dengan muridnya. Guru sebagai komunikator harus memiliki
pesan yang jelas yang akan disampaikan kepada murid atau komunikan.Setelah itu
guru juga harus menentukan saluran untuk berkomunikasi baik secara
langsung(tatap muka) atau tidak langsung(media). Setelah itu guru harus
menyesuaikan topic/diri/tema yang sesuai dengan umur si komunikan,juga harus
menentukan tujuan komunikasi/maksud dari pesan agar terjadi dampak/effect pada
diri komunikan sesuai dengan yang diinginkan. Kesimpulan: Komunikasi adalah
pesan yang disampaikan kepada komunikan(penerima) dari komunikator(sumber)
melalui saluran-saluran tertentu baik secara langsung/tidak langsung dengan
maksud memberikan dampak/effect kepada komunikan sesuai dengan yang diingikan komunikator.Yang
memenuhi 5 unsur who, says what, in which channel, to whom, with what effect.
Jenis Komunikasi
A. Komunikasi
Verbal
Jenis komunikasi yang paling lazim digunakan
dalam pelayanan keperawatan di rumah sakit adalah pertukaran informasi secara
verbal terutama pembicaraan dengan tatap muka. Komunikasi verbal biasanya lebih
akurat dan tepat waktu. Katakata adalah alat atau simbol yang dipakai untuk
mengekspresikan ide atau perasaan, membangkitkan respon emosional, atau
menguraikan obyek, observasi dan ingatan. Sering juga untuk menyampaikan arti
yang tersembunyi, dan menguji minat seseorang. Keuntungan komunikasi verbal
dalam tatap muka yaitu memungkinkan tiap individu untuk berespon secara
langsung.
B.Komunikasi
Non Verbal
Komunikasi non-verbal adalah pemindahan pesan tanpa menggunakan katakata.
Komunikasi non-verbal adalah pemindahan pesan tanpa menggunakan katakata.
Merupakan cara yang paling meyakinkan untuk menyampaikan pesan
kepada orang lain. Perawat perlu menyadari pesan verbal dan non-verbal yang
disampaikan klien mulai dari saat pengkajian sampai evaluasi asuhan keperawatan,
karena isyarat non-verbal menambah arti terhadap pesan verbal. Perawat yang
mendektesi suatu kondisi dan menentukan kebutuhan asuhan keperawatan.
Komunikasi Efektif
Komunikasi Efektif ialah komunikasi yang mampu
menghasilkan perubahan sikap (attitude change) pada orang yg terlibat dalam
komunikasi.
Dengan tujuan, memberi kemudahan dalam memahami
pesan yang disampaikan antara pemberi dan penerima sehingga bahasa lebih jelas,
lengkap, pengiriman dan umpan balik seimbang dan melatih penggunaan bahasa nonverbal
secara baik.
Implikasi Manajerial
Sebagai pemimpin, dalam keadaan apapun,manajer harus
mulai mendorong, mendukung, dan merangkul serta berkomunikasi dengan, kepada,
dan dari karyawan. Faktanya mereka adalah orang yang mempunyai ide paling baik
mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Kalau manajer mendengarkan karyawan,dia
akan belajar lebih banyak dari yang pernah manajer bayangkan. Atau mungkin
lebih banyak daripada yang manajer peduli untuk manajer ketahui.
Ketika manajer mendengarkan, dan ketika dia menunjukkan pemahaman kepada
karyawan,mereka akan mengerti bahwa mereka dihargai sebagai semacam mitra dalam
bisnis. Tindakan manajer yang sederhana, mendengarkan dan berkomunikasi balik
kepada karyawannya akan membangkitkan motivasi dan mulai menggerakkan tim kerja
untuk berpikir secara lebih kreatif dan strategis.
Agar komunikasi dengan karyawan dapat berhasil dengan efektif maka beberapa hal
berikut bisa dipertimbangkan untuk dilakukan manajer yaitu (1) sepanjang hari
kerja pilihlah cara terbaik untuk memuji tindakan dan tingkah laku karyawan
yang positif dan produktif untuk perusahaan, (2) berbicaralah dengan singkat
namun jelas untuk menangkap perhatiannya, dan mendorong karyawan untuk
berpendapat, (3) usahakan selalu mengajukan pertanyaan terbuka sehingga
karyawan terdorong untuk menanggapinya dengan terbuka pula, sambil mendengarkan
setiap jawaban dari karyawan dengan penuh perhatian, (4) memberi kesempatan
kepada karyawan untuk menyampaikan pernyataannya dengan utuh, tanpa harus
diinterupsi atau mengambil kesimpulan dari pernyataannya yang sepotong-potong,
dan (5) menunjukkan perhatian kepada karyawan bahwa informasi yang diterima
adalah penting sebagai kontribusi bagi kemajuan perusahaan.
Sumber:
Wikipedia

0 comments:
Post a Comment