Powered by Blogger.

Budaya Konsumtif masyarakat indonesia

>> Thursday, April 4, 2013

Melihat tayangan di televisi tadi siang yang saya tafsirkan “belanja sampai mati” (meminjam judul lagu dari efek rumah kaca) sangat sangat membuat saya penasaran akan realitas masyarakat yang terjadi di indonesia sekarang ini. kegilaan akan belanja jika terjadi diskon besar besaran, mungkin akan memperlihatkan watak aslinya seseorang, haha, pasti anda bingung! masih ingat mungkin fenomena yang terjadi belakangan ini, yaitu mengantri untuk belanja produk sandal “crocs”, apa itu crocs? suatu merek sandal yang belakangan ini ngetrend karena kenyamanan dan gayanya yang asik hampir sama seperti blackberry kalau dibandingkan tingkat ngetrendnya. karena bahannya empuk dan mudah serta fleksibel untuk digunakan, sehingga sandal merek crocs ini menjadi incaran semua orang.
terjadilah fenomena tersebut, belakangan digelar suatu diskon besar besaran di salah satu mall di jakarta untuk menjual produk crocsnya, bahkan antrian tersebut sampai memakan beberapa lantai di mall tersebut, dan antrian tersebut denger denger menghabiskan waktu hampir 3 jam sedikitnya untuk satu orang agar bisa masuk kedalam “arena” diskon besar besaran tersebut! memang dunia (atau indonesia) sudah gila dalam hal belanja!
selain antri gila gilaan untuk belanja sandal, sebelumnya ada kasus serupa, yaitu untuk mendapatkan HP murah, antriannya lebih tidak terkendali dan lebih brutal! ada apa ini sebenarnya? masyarakat seperti salah menafsirkan apa yang sebenarnya kebutuhan primer atau sekunder. okelah untuk HP, bisa dibilang HP menjadi kebutuhan primer saat ini, tapi untuk sandal? hmmm sangat diragukan, diskon yang katanya tidak sedikit membuat banyak orang kecewa karena harga sandal tersebut nyata nyatanya masih tergolong mahal walaupun sudah diskon! jadi apa sebenarnya yang membuat orang rela ngantri berjam jam tersebut? yap itu dia, kembali lagi pada budaya konsumtif yang sudah mendarah daging di indonesia ini, seperti wabah blackberry yang sebelumnya saya tulis (Link).
masyarakat indonesia sangat mengikuti trend, sangat up to date, mau dari kalangan atas sampai kalangan bawah, semua tidak ingin ketinggalan trend, padahal trend yang mereka ikuti belum tentu bermanfaat bagi mereka, intinya masyarakat indonesia masih belum bisa membedakan mana yang benar benar bermanfaat dan yang tidak begitu bermanfaat sama sekali, jadi ingat, bukannya kita harus hidup berkecukupan, bahkan ada yang bilang kalau sesuatu yang berlebihan itu tidak baik even ibadah! kalau ibadah berlebihan pun tidak baik karena kita lupa akan urusan duniawi yang seharusnya dilakukan, apalagi ini, memiliki sandal sudah banyak dan mereknya lebih keren daripada crocs (padahal yang ini adalah buatan china) tapi tetap kita memburunya karena tidak mau dibilang ketinggalan jaman karena tidak punya sandal crocs.
saya lebih ingin menghamburkan uang untuk membeli sebuah teknologi yang bermanfaat bagi saya seperti Desktop PC daripada menghamburkan uang untuk membeli sandal maupun BB yang saya tidak begitu perlu, apalagi masih ada sandal swallow yang menemani saya, walaupun pabriknya dilahap api, saya tetap setia pada sandal swallow, bisa jadi sebuah penghargaan atau tribute to sandal swallow! disisi lain banyak orang miskin yang ngantri sampai ada yang meninggal demi 200 ribu rupiah atau demi zakat 30 ribu rupiah! wew, hanya ada di indonesia hal semacam ini, yang kaya makin bertambah, yang miskin makin banyak, i love this country! full of balanceness!
intinya saya bicara penuh emosi sekarang adalah, kenapa tidak ada yang bisa menahan nafsunya, apalagi untuk masalah belanja, apalagi wanita (bukan memojokan gender tertentu, tapi karena menurut pengamatan saya wanita yang sangat hobi belanja). mungkin kita seperti kata cholil dkk “Duhai korban keganasan peliknya kehidupan urban” yang menyebabkan belanja terus sampai mati. tulisan saya buat bukan karena saya sirik karena tidak bisa belanja seperti saudara saudara sekalian, tapi jujur, jika saya banyak uang pun, saya akan membeli sesuatu yang sangat penting dulu dan belum dimiliki sama sekali, kalau bisa sesuatu tersebut bermanfaat dan bisa menjadi investasi beberapa tahun kedepan, jadi pada akhirnya adalah, itu pilihan anda apakah akan belanja terus sampai mati atau hidup terencana dan tidak berlebihan.

sumber: http://sosbud.kompasiana.com/2010/03/19/budaya-konsumtif-97708.html

Read more...

Followers

Footer

Dream as if you'll live forever, live as if you'll die today

  © Blog Design by Simply Fabulous Blogger Templates

Back to TOP